Tampilkan postingan dengan label PETUALANGKEREN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PETUALANGKEREN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 April 2022

MENDAKI GUNUNG PRAU 2.565 MDPL

                  Ini kisah perjalanan anak muda yang beramai-ramai Mendaki gunung PRAU di Jawa Tengah Wonosobo.

               Cerita bermula beberapa orang anak muda pemula yang ingin mendaki gunung,sekumpulan remaja laki-laki ini bekerja disatu perusahaan yang sama,dan seketika berencana untuk liburan keluar kota saat cuti dari perusahaan tersebut,akhirnya kami menyepakati untuk berlibur dan mendaki gunung bersama,bermula hanya 6 orang yang ingin mendaki gunung kala itu.

Stasiun Senen Jakarta


                   Namun beberapa orang dari tim PECINTA ALAM ikut gabung untuk membersamai kami mendaki gunung PRAU, alhasil kami mendaki bersama 14 orang.Kami memulai pemberangkatan dari stasiun Senen Jakarta,tujuan utama kami adalah kota WONOSOBO,karena pos utama untuk Start pendakian gunung PRAU terletak di Patak Banteng kaki gunung Prau.





Puncak Gunung Prau merupakan padang rumput luas yang memanjang dari barat ke timur. Bukit-bukit kecil dan sabana, dapat di jumpai di area puncaknya. Dari pucaknya kalian akan disajikan panorama yang begitu indah dengan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing berdiri gagah di balik samudera awan. Di Gunung Prau bisa dijumpai banyak bunga Daisy tumbuh dengan cantik oleh warnanya beragam juga ada susunan bukit-bukit yang kerap kali disebut bukit teletubies.

Gunung Prau juga menjadi favorit karena waktu tempuh pendakian yang tidak terlalu lama dan memang cocok untuk pemula. Sunrise di Gunung Prau memang sangat memanjakan pandangan saat membuka pintu tenda.


Asal Usul Nama Gunung Prau

Asal-usul nama Gunung Prau juga tak lepas dari mitos yang mengatakan bahwa di dalam gunung ini terdapat sumber air yang begitu melimpah ruah. Maka banyak yang meyakini hal ini, karena seperti yang diketahui bahwa di kawasan dataran tinggi Dieng terdapat begitu banyak telaga dan sumber mata air.

Mitos lain mengatakan bahwa nama lain dari Gunung Prau adalah Gunung Mayit. Dalam bahasa Indonesia mayit berarti mayat. Konon ini karena bentuk Gunung Prau yang jika dilihat dari jauh menyerupai pocong yang sedang dalam posisi tidur atau rebahan. Tak ada yang tahu tentang kebenaran mitos dan cerita tersebut.

Konon nama Dieng berasal dari bahasa Kawi “di” yang bermakna tempat atau gunung dan “Hyang” yang berarti Dewa. Jadi bisa dikatakan bahwa Dieng bermakna tempat atau pegunungan bersemayamnya para Dewa. Nama Dieng konon juga bisa berasal dari bahasa Sunda “di Hyang”, ini karena di masa Pra-Medang sekitar abad ke-7 daerah ini dikuasai oleh Kerajaan Galuh.

Mitos dan Misteri Gunung Prau:

Pintu Gaib

Di salah satu sisi puncak gunung, tepatnya di area sabana, terdapat beberapa pohon yang tumbuh membentuk formasi kotak. Area ini disebut Oyot Rimpang, dan diyakini sebagai pintu masuk menuju alam lain. Siapa pun yang masuk ke pintu itu akan terjebak dan tak akan bisa kembali ke dunia.

Ritual Untuk Dewa


Dipercaya Gunung Prau merupakan tempat bersemayam Dewa hingga kini. Di waktu tertentu, mereka turun ke bawah, bergabung dengan masyarakat sekitar dalam bentuk manusia. Ritual potong rambut gimbal yang tersohor itu digadang-gadang memiliki keterkaitan dengan turunnya para Dewa.

Jadi, bagi kamu yang pernah mendatangi ritual potong rambut gimbal, mungkin salah satu pengunjung di sekelilingmu bukanlah manusia.


Rintihan Merayu

Tidak jarang pendaki yang mendengar suara rintihan ketika di puncak Gunung Prau. Hal ini kerap kali dikaitkan dengan perilaku. Pendaki yang tidak menjaga alam, berbicara menggunakan kata-kata kasar, berisiko tinggi dihampiri suara rintihan tersebut.



Berikut beberapa foto yang akan kalian dapatkan saat mendaki gunung PRAU,DIENG WONOSOBO :

-Bukit Teletubbies.
-Kawah Sikidang.
-Pemandangan Gunung Sindoro & Sumbing.
-Telaga Warna Dieng (Danau)
-Candi Arjuna.
               
































Sekilas tentang Gunung Prau, gunung ini punya ketinggian (2.565 mdpl) terletak di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, Indonesia. Gunung Prahu merupakan tapal batas antara tiga kabupaten yaitu Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal dan Kabupaten Wonosobo. Puncak Gunung Prahu merupakan padang rumput luas yang memanjang dari barat ke timur. Bukit-bukit kecil dan sabana dengan sedikit pepohonan dapat dijumpai di puncak. Gunung Prau merupakan puncak tertinggi di kawasan Dataran Tinggi Dieng, dengan beberapa puncak yang lebih rendah di sekitarnya.







TRANSFORMASI MASJID AGUNG BANJARAN & SEJARAHNYA

Fathan Fauzul Akbar, Bandung-4/12/2022




Pada Awal Bulan Puasa Ramadhan saya mengunjungi sebuah masjid legendaris yang terhitung telah lama dibangun sebelum masa kemerdekaan indonesia,dan masjid ini cukup bersejarah bagi indonesia jaman penjajahan,yang tepatnya pada hari minggu 3 april 2022.

Keberadaan Masjid Agung Banjaran sangat vital bagi masyarakat sekitarnya. Beberapa warga ada yang menggantungkan hidupnya lewat berdagang di masjid yang berlokasi di Desa Banjaran Kulon Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung ini.

Foto dan gambar diatas merupakan transformasi ke-3 dan terbaru masjid agung banjaran,dan masjid ini punya banyak sejarah dari waktu ke waktu.


MASJID AGUNG BANJARAN 2015


Lokasi masjid ini cukup strategis dan selalu ramai. Di sebelah alun-alun Banjaran, warga sekitar banyak beraktifitas di sekitaran masjid. Mulai dari kegiatan ekonomi hingga kegiatan sosial.

Setelah Renovasi ditahun 2015 masjid ini tetap ramai dikunjungi para jama'ah dan warga sekitar,dan selalu aktif untuk digunakan kegiatan-kegiatan syiar-syiar Keislaman.

Sejak tahun 2000 silam,masjid ini telah mendirikan Madrasah Diniyyah dan Raudatul Athfal (Taman Kanak-Kanak) guna sarana kegiatan belajar mengajar.


MASJID AGUNG BANJARAN 1900

Menurut sejarah, masjid alun-alun banjaran sudah berdiri sejak jaman penjajahan Belanda sekitar awal tahun 1900-an.

Masjid besar Banjaran sudah didirikan pada zaman penjajahan Belanda, yakni sekitar awal tahun 1900-an. Dahulu, bahan bangunan masjid setengahnya adalah kayu. Interior kayu terletak pada tiang-tiangnya yang totalnya berjumlah 32. Setelah bertahun-tahun, pada sekitar  1980-an, barulah masjid besar Banjaran ini mulai direnovasi.

Konon pada zaman penjajahan Masjid ini sering digunakan untuk bangsa indonesia mengungsi dari rumah-rumah mereka guna berlindung dari serangan para penjajah.

Pada tahun 1960,luas tanah yang merupakan wakaf dari Raden Gandakusuma ini sekitar 70 meter persegi dan dibangun dengan gotong royong dari warga sekitar.

Lalu terjadi renovasi kedua ditahun 1966 dengan bantuan berupa uang dari Presiden Soeharto.

Sejak pembangunan masjid alun-alun banjaran,penyebaran agama islam diwilayah ini mulai berkembang dengan pesat dan sampai sekarang banyak digunakan untuk acara-acara dan kegiatan beragama.



Sabtu, 02 April 2022

OBJEK WISATA DIRGANTARA J&J LINGGARJATI KUNINGAN



Pada akhir tahun 2021,saya mencoba mendatangi sebuah wisata yang terhitung murah-meriah namun mendapatkan edukasi yang bermanfaat yaitu "WISATA DIRGANTARA" tepatnya berlokasi didaerah Cilimus,kuningan jawa barat dan sangat dekat dengan gunung ciremai.

               Serunya wisata ini adalah kita bisa mencoba layaknya seorang pilot helikopter dan pesawat sesungguhnya,karena edukasinya pun tentang penerbangan dan mengendarai trasnportasi penerbangan.


 

 

 
                                                     PESAWAT FOKKER 100 J&J PAKSI AIRLINES

                Dilokasi ini semua pengunjung bisa mengambil foto sesuka hati pengunjung tanpa ada batasan,dan biasanya dilokasi ini sering diadakan event-event besar setiap tahunnya.

 Seperti salah satu foto diatas terdapat sebuah Pesawat fokker 100 J&J dan Helikopter Angkatan Udara BO 105.

 

Berikut sekilas beberapa foto yang akan didapatkan jika berkunjung kewisata dirgantara yang letaknya tepat dibawah gunung ciremai :













Wahana baru ini banyak diburu,apalagi saat pas liburan anak sekolah PAUD,TK atau SD wisata yang satu ini akan semakin padat,lokasi wisata dirgantara ini berada didepan kolam renang J&J tepatnya diseberang jalannya sebelah utara.


Untuk masuk kesini anda perlu membayar tiket masuk terpisah dengan kolam renang dan mini zoo.

Rasakan layaknya terbang dengan pesawat,apalagi jikalau anda memang belum pernah naik pesawat,atau bisa juga cuma sekadar selfie/foto-fotodan sebagai sarana edukasi buat anak-anak.

begitupun lokasi ini sangatlah dekat dengan pemandian kolam renang air panas kuningan.





 Untuk masuk ke wisata dirgantara ini tergolong sangatlah murah,setiap pengunjung hanya membutuhkan uang Rp.10.000 hingga Rp.15.000 saja.


Selain Pesawat Fokker J&J dan Helikopter terdapat juga mobil-mobil Off Road atau terkadang Jeep yang bisa kita coba dilokasi ini.











diterbitkan oleh :


fathan fauzul akbar                                                                                  jakarta-02-april-2022  


MENDAKI GUNUNG PRAU 2.565 MDPL

                  Ini kisah perjalanan anak muda yang beramai-ramai Mendaki gunung PRAU di Jawa Tengah Wonosobo.                Cerita bermu...